Minggu, 04 Desember 2011

Barca Tak Gentar Sambangi Bernabeu

Barca Tak Gentar Sambangi Bernabeu

Barca dijadwalkan bertandang ke markas Madrid pada Sabtu, 10 Desember 2011 waktu setempat.

Senin, 5 Desember 2011, 06:01 WIB
Muchamad Syuhada

VIVAnews - Duel panas bertajuk 'El Clasico' yang mempertemukan Real Madrid dengan Barcelona akan digelar akhir pekan depan, Sabtu, 10 Desember waktu setempat, namun jauh hari sebelumnya, kedua kubu sudah sama-sama menabuh genderang perang dengan melontarkan berbagai pernyataan menohok.

Kali ini yang coba memanaskan susana adalah gelandang Los Azulgranas, Cesc Fabregas. Dengan tegas pemain yang baru didatangkan dari Arsenal pada awal musim itu menyatakan bahwa timnya akan datang ke Santiago Bernabeu dengan keyakinan mampu merampas tiga poin sekaligus memperkecil jarak dengan Los Blancos, julukan Madrid, di klasemen sementara La Liga.

"Tim dalam kondisi terbaik dan kami ke Bernabeu untuk meraih kemenangan. Apapun yang terjadi kami datang dengan keberanian dan gaya permainan sendiri," ungkap Fabregas kepada Barca TV, Senin, 5 Desember 2011.

"Kami tidak boleh canggung atau berpikir panjang ketika datang ke sana, kami semua tahu Benabeu adalah tempat berbahaya," sambungnya.

Barcelona yang saat ini duduk di posisi kedua klasemen diketahui baru mengantongi 34 poin hasil 15 kali tampil, terpaut tiga poin dari Madrid yang berada satu tingkat di atasnya dan baru tampil 14 kali. Karena itu Fabregas sadar bahwa timnya dituntut untuk mampu meraih hasil maksimal jika tidak ingin semakin keteteran dalam usahanya memburu gelar juara di musim ini.

"Kami juga tahu jika Madrid menang maka itu akan memberikan berpengaruh besar pada persaingan memperebutkan gelar. Karenanya kami bertekad untuk meraih hasil maksimal di sana dan kami tidak takut sama sekali pada Madrid," tuntasnya.

• VIVAnews

Rabu, 30 November 2011

Alasan Beckham Tukar Seragam dengan Andik

Alasan Beckham Tukar Seragam dengan Andik

Oktovianus Maniani dan Hamka Hamzah menjadi korban penolakan Beckham.

Kamis, 1 Desember 2011, 04:48 WIB
Haryanto Tri Wibowo, Jonathan Pandapotan

VIVAnews - David Beckham membeberkan alasannya memilih bertukar seragam dengan Andik Vermansyah. Beckham juga terkesan dengan permainan Andik saat Los Angeles Galaxy mengalahkan Timnas Indonesia Selection 1-0, Rabu 30 November 2011.

Usai LA Galaxy mengalahkan Indonesia Selection di Stadion Utama Gelora Bung Karno, sejumlah pemain Indonesia berusaha menukar seragam dengan Beckham. Oktovianus Maniani dan Hamka Hamzah menjadi korban penolakan Beckham bertukar seragam di pertandingan tersebut.

Pada akhirnya Beckham memilih bertukar seragam dengan Andik. Bahkan mantan pemain Real Madrid dan Manchester United itu memanggil sendiri Andik untuk bertukar seragam. Apa alasan Beckham?

Ternyata gelandang 36 tahun tersebut merasa tidak enak dengan Andik setelah sempat melakukan tekel keras terhadap pemain Persebaya tersebut di pertandingan. Beckham juga mengaku terkesan dengan permainan Andik.

"Saya merasa tidak enak tadi menendang dia (Andik). Dia pemain yang sangat bertalenta. Jadi, saya menginginkan seragamnya," ujar Beckham dalam jumpa pers usai pertandingan.

• VIVAnews

Jumat, 25 November 2011

Wawancara Titus 'Tibo' Bonai 'Saya Selalu Siap untuk Indonesia'

'Saya Selalu Siap untuk Indonesia'

Tibo mengungkapkan kecintaannya kepada Timnas Indonesia, karir dan Papua.

Jum'at, 25 November 2011, 05:14 WIB
Edwan Ruriansyah, Ali Usman

VIVAnews - Titus Jhon Londouw Bonai atau akrab dipanggil Tibo menjadi salah satu magnet tim nasional Indonesia U-23 besutan Rahmad Darmawan di ajang SEA Games 2011.

Pemain Persipura Jayapura yang selalu menjadi starter di tiap pertandingan tersebut kini tak hanya dielu-elukan suporter Indonesia. Nama besarnya mulai dilirik masyarakat sepakbola Asia meski Indonesia gagal meraih medali emas.

Usai pertandingan final melawan Malaysia, Tibo menjadi pemain yang paling terlihat kelelahan. Tidak seperti biasanya, usai pertandingan, Tibo langsung berjalan ke arah bus yang membawa rombongan Timnas ke hotel, tanpa mau berbicara banyak kepada media yang menunggu di mixed zone Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.

Tibo tertunduk lesu bersama rekan setimnya yang lain. Karena Indonesia harus puas menelan kekalahan dari Malaysia lewat drama adu penalti.

Kini, mantan pemain Bontang FC dan Persiram Raja Ampat tersebut sudah bisa tersenyum kembali. Didampingi istri tercintanya, Novalia, Tibo kerap melempar senyuman kepada suporter yang menyapa dan meminta tanda tangannya.

Kepada VIVAnews, Tibo yang biasanya pendiam tampak ramah meladeni semua pertanyaan. Tibo mengungkapkan kecintaannya kepada Timnas Indonesia, karir dan Papua yang sedang bergolak. Berikut petikan wawancara VIVAnews dengan Titus Bonai di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta.

Tibo, Anda salah satu bintang Timnas U-23 di ajang SEA Games kali ini. Apakah menjadi pemain sepakbola memang menjadi cita-cita Anda?

Waktu kecil memang cita-cita saya menjadi pemain sepakbola. Sejak kecil saya juga sudah bermain bola. Dengan kakak-kakak saya, dengan teman yang lebih senior di Jayapura. Sebetulnya waktu kecil saya juga tidak hanya bermain bola, tapi juga atletik. Saya sering ikut perlombaan semacam itu. Tapi, memang kecintaan kepada sepakbola membuat saya sejak kecil komitmen untuk bermain bola.

Bagaimana cerita Anda bisa menjadi pemain sepakbola?

Sebetulnya saya lahir dari keluarga sepakbola. Bapak saya seorang pemain bola. Kakak saya dan saya sendiri akhirnya terjun jadi pemain sepakbola. Dan mudah-mudahan adik saya juga bisa sukses di sepakbola. Adik saya yang terakhir juga dikaruniai bakat main bola.

Saya bersyukur pada Tuhan Yesus, karena telah memberikan saya talenta yang sungguh sangat luar biasa. Itu yang kemudian membawa saya sampai ke Timnas. Dengan bakat dari Tuhan ini, saya berjanji akan terus meningkatkan kesempatan. Saya tidak mau menyia-nyiakan kesempatan dari Tuhan. Ini satu anugerah bagi saya.

Siapakah orang yang menginspirasi Anda menjadi pemain bola?

Yang menginspirasi saya, terutama Bapak dan Mama. Mereka mengenalkan saya pada sepakbola. Selain mereka, tentu saja istri dan anak saya. Mereka yang selalu mendoakan saya.

Siapakah pemain idola Anda?

Kalau pemain Indonesia, saya mengidolakan Kakak Boaz (Solossa, striker Persipura). Kalau dari luar, saya mengidolakan Ronaldo (Luiz Nazario da Lima) yang dari Brasil.

Sebagai orang Papua, apa kesan Anda mampu membela tim nasional Indonesia? Sejauh mana rasa bangga Anda?

Saya tidak pernah memikirkan kebanggaan bagi diri saya sendiri. Saya pribadi selalu siap untuk Indonesia. Jika Timnas masih mau memanggil saya, saya selalu siap, karena itu demi nama besar negara kita. Saya akan total berjuang demi negara dan bangsa.

Tentu menjadi bagian dari timnas membuat saya benar-benar bangga. Dan kebanggaan ini bukan hanya bagi saya, tapi juga bagi kedua orangtua saya.

Bagaimana Anda melihat kondisi sosial-politik di Papua?

Kalau soal itu, saya tidak terlalu mengikuti. Saya juga tidak terlalu memikirkan hal itu. Saya lebih banyak memikirkan soal bola, dan tidak banyak juga mengetahui soal itu. Saya sendiri juga ingin tetap fokus ke sepakbola.

Bagaimana tanggapan Anda soal Organisasi Papua Merdeka (OPM), tragedi Freeport dan lain-lain?

Saya tidak terlalu banyak tahu. Meski memang sering mencari informasi dan berita-berita terkait saudara-saudara saya di Papua. Saya dengar dari berita, saya dapat informasi dari media massa, lihat di tv, saya turut berduka cita terhadap meninggalnya saudara-saudara saya di sana. Saya hanya bisa mendoakan mereka.

Apakah pernah membahas soal-soal itu dengan para pemain Papua lain yang berada di Timnas?

Ya, kami sering membicarakan, sering membahas. Tapi, kami hanya bisa saling mendoakan saja. Semoga jangan ada lagi persoalan di sana.

Bagaimanakah komentar Anda tentang para pemain sepakbola dan atlet-atlet Papua lainnya yang berprestasi di ajang SEA Games ini?

Saya melihat mereka juga berprestasi. Punya kemampuan yang sangat luar biasa. Bukan hanya kami di sepakbola, tapi juga di cabang olahraga lain. Mudah-mudahan Pemerintah, PSSI dan lainnya bisa pantau langsung bakat-bakat lain di Papua. Mudah-mudahan mendapatkan atlet berprestasi lebih banyak lagi.

Setujukah Anda jika Papua merdeka dan menjadi negara sendiri?

Hahahahaa.. Kalau saya, saya tidak bisa bicara soal Papua merdeka. Karena saya tidak mau ikut campur soal itu. Saya tidak mau banyak komentar soal itu. (Sambil tersenyum, Tibo meminta pertanyaan soal lain di luar OPM)

Apakah target terbesar Anda sebagai seorang pemain bola?

Target saya tentu pengen menjadi yang terbaik, terutama kemuliaan nama Tuhan. Itu yang pertama.

Lalu apakah target terbesar Anda bagi timnas Indonesia?

Tentu saya sangat mengharapkan sekali bisa bergabung di Timnas, baik U-23, maupun senior. Saya bersama teman-teman lain di U-23 tentu punya target masuk Timnas senior.

Kami siap jika memang ke depan dipanggil bergabung dengan kakak-kakak yang lebih senior untuk bersama-sama membawa nama baik Indonesia. Berbuat yang terbaik, dan membawa Timnas bisa juara di ajang kompetisi apapun. Puji Tuhan jika kemudian bisa ke Piala Dunia.

• VIVAnews

Pires: Wenger Akan Mati Bersama Arsenal

Pires: Wenger Akan Mati Bersama Arsenal

" Ia mirip dengan [Sir Alex] Ferguson di Manchester United atau Guy Roux di Auxerre."

Jum'at, 25 November 2011, 19:41 WIB
Edwan Ruriansyah

VIVAnews - Spekulasi sering menyebut Arsene Wenger akan mengakhiri karier sebagai manajer Arsenal. Tapi, mantan gelandang The Gunners asal Prancis, Robert Pires meyakini Wenger akan bertahan.

Wenger telah menakhodai Arsenal selama 15 tahun. Belakangan, ia mendapatkan kritik akibat start buruk Arsenal musim ini. Meski begitu, Pires yakin itu takkan melunturkan kecintaan kompatriotnya itu kepada Arsenal.

"Saya pikir, ia akan mati bersama Arsenal. Ia mirip dengan [Sir Alex] Ferguson di Manchester United atau Guy Roux di Auxerre. Ia akan bertahan di Arsenal," kata Pires kepada The Telegraph.

"Arsenal membutuhkan dia. Dan dia butuh Arsenal. C'est l'amour [itulah cinta sejati]," lanjut Pires.

Wenger mulai mampu memperbaiki penampilan Arsenal dari start buruk, termasuk saat dibantai 2-8 oleh Manchester United di Old Trafford. Ditambah penampilan on fire Robin van Persie, Pires meyakini The Gunners akan semakin membaik dan kembali ke habitatnya sebagai anggota Big Four.

"Semua kritik mulai mereda dan Arsene kini lebih rileks. Pada Agustus lalu, ia kehilangan tiga pemain penting di klub: [Samir] Nasri, [Gael] Clichy dan [Cesc] Fabregas. Dan itu membuat Wenger sangat syok. Juga bagi fans."

"Setiap klub di Inggris pernah mengalami periode krisis. Dulu Arsenal, kini Chelsea. Saya juga masih ingat, sehari setelah Man United kalah 6-1 dari City, setiap orang bilang United finis. Tapi, itulah sepakbola. Tim-tim besar pasti mendapatkan hujatan besar pula," tutur Pires.

• VIVAnews

Senin, 03 Oktober 2011

Joget Ayu Ting-Ting Menggoyang Jagat Maya

Joget Ayu Ting-Ting Menggoyang Jagat Maya

Berkat "Salah Alamat", popularitas penyanyi dangdut pendatang baru ini meledak.

Senin, 3 Oktober 2011, 11:40 WIB
Bayu Galih

VIVAnews - Penyanyi dangdut pendatang baru Ayu Ting Ting mendadak kondang. Berkat lagu "Alamat Palsu", namanya kini jadi fenomena di dunia maya. Di situs video sharing YouTube, banyak yang mengunggah video Ayu, baik itu video klipnya maupun video saat Ayu tampil di sejumlah acara musik di televisi.

Video klip "Alamat Palsu" yang di-post gunawan01419, misalnya, setidaknya telah ditonton 446.452 kali. Sedangkan, video klip yang sama yang diunggah NengAmel, tercatat telah dikunjungi 231.560.

Kegemparan ini tak urung menyebabkan ring back tone "Salah Alamat" laris manis. Penyanyi Aura Kasih sampai mengaku menjadi salah satu "korban" lagu yang sedang jadi hit ini. Dia pun mengaku menggunakan RBT lagu ini di telepon selularnya.

Di Twitter, Ayu Ting Ting juga ramai dibicarakan. Coba saja Anda search nama "Ayu Ting Ting" di Twitter. Setiap menit, Anda bakal mendapati sekitar 25 tweet tentang Ayu.

Penyanyi bernama asli Ayu Rosmalina ini terbilang aktif "berkicau". Menggunakan ID @aayyttiinngg, pedangdut kelahiran 20 Juni 1992 ini cukup rajin menyapa penggemarnya. Ayu tercatat memiliki 14.772 followers, yang niscaya bakal bertambah dengan cepat, seiring popularitasnya yang sedang menanjak.

Penampilan panggung Ayu--yang dianggap berbeda karena tidak mengandalkan erotisme joget semata--juga ramai dibicarakan di berbagai forum online.

Baca Juga

Honor Ayu Ting Ting Rp30 Juta Sekali Manggung

FOTO: Miss Universe Berkunjung ke Jakarta

Ini Mobil Paling Aman dari Kecelakaan

Gadis Cantik Ini Nyaris Tewas Gara-gara Pembalut

Waspada Letusan Anak Krakatau, Sehari Gempa Ribuan Kali

Citra Orang-orang Senayan Anjlok

Kisah Unik, Menikahi 3 Pria Sekaligus Tanpa Diketahui

Ini Negeri Surga bagi Mobil-mobil Jiplakan

• VIVAnews

Kamis, 29 September 2011

Mantan Tukang Sapu Ini Menang Pemilu Presiden

Mantan Tukang Sapu Ini Menang Pemilu Presiden

Saya ingin menyapu negeri saya jadi lebih bersih dari stasiun kereta yang pernah saya sapu

Jum'at, 23 September 2011, 12:14 WIB
Renne R.A Kawilarang
Michael Sata (kanan) (Reuters/Mackson Wasamunu)
BERITA TERKAIT

VIVAnews - Pemimpin oposisi Michael Sata dinyatakan menang dalam pemilu presiden Zambia. Ini merupakan pencapaian bersejarah bagi Sata, yang pernah menjadi tukang sapu di suatu stasiun kereta di London, Inggris.

Menurut kantor berita Reuters, 23 September 2011, Mahkamah Agung mensahkan Sata sebagai pemenang pemilu pada Jumat pagi waktu setempat. Dia berhasil mengalahkan presiden Zambia saat ini, Rupiah Banda.

Keunggulan Sata atas Banda relatif tipis. Dari 95,3 persen kertas suara yang telah dihitung, Sata meraih dukungan 1.150.045 suara, sedangkan Banda 961.796.

Sata dikenal pendukungnya dengan julukan Raja Kobra, mengingat dia sangat kritis. Politisi berusia 74 tahun itu terang-terangan menolak dominasi perusahaan-perusahaan tambang asing, terutama dari China, di negaranya.

Dalam suatu kampanye, Sata menyatakan dia bakal membersihkan Zambia dari sampah-sampah korupsi. Dia ingin membersihkan semua kotoran itu segiat saat dia masih menjadi tukang sapu di Stasiun Victoria, London.

"Saya tidak pernah mengeluh apa yang saya kerjakan. Saya ingin menyapu negeri saya, bahkan ingin membuatnya lebih bersih dari yang saya lakukan saat menyapu stasiun kereta Anda," kata Sata suatu ketika kepada wartawan Inggris, yang dikutip harian The Telegraph.

Di masa muda, Sata pernah menimba ilmu politik di London. Namun, untuk memenuhi kebutuhan hidup, dia bekerja sebagai petugas kebersihan untuk perusahaan British Rail. Tidak disebutkan secara jelas berapa lama Sata merantau di Inggris dan di universitas mana dia belajar.

Menurut Voice of America, Sata juga pernah berkarir jadi pengurus serikat dagang dan polisi sebelum masuk ke gelanggang politik di awal dekade 1960an. Ketika masih menjadi koloni Inggris, Zambia saat itu bernama Northern Rhodesia.

Karir Sata di politik pun meningkat. Dia sempat menjadi menteri kesehatan dan menteri tenaga kerja sebelum akhirnya keluar dari partai yang berkuasa dan membentuk partai sendiri bernama Fron Patriotik.

Selain bertekad menegakkan hukum yang bersih, Sata pun berjanji tidak akan minum air kemasan hingga "semua rakyat Zambia punya hak yang sama atas akses air bersih." Janji itu dimuat dalam laman Partai Fron Patriotik yang dipimpin Sata.

Kaya akan tembaga, Zambia masih berstatus negara Afrika yang melarat. Itulah sebabnya Sata terus mengritik Presiden Banda yang selama ini lemah terhadap korupsi.

Sata pun pernah mengancam untuk mengusir para investor China dari tambang-tambang di Zambia setelah muncul kasus para manajer asing itu memperlakukan pekerja lokal dengan semena-mena.

Itulah sebabnya kalangan pengamat politik di Zambia menilai Sata "berbicara apa yang ingin rakyat dengar." Dia pun suka bicara ceplas-ceplos dan sering melontarkan lelucon.

Sementara itu, para pendukung Sata bersuka cita merayakan kemenangan pemimpin mereka di Ibukota Lusaka. Mereka bernyanyi dan bersorak gembira begitu Sata dinyatakan sebagai pemenang pemilu.

• VIVAnews

15 Oktober, Kick Off Liga Super 2011/12

15 Oktober, Kick Off Liga Super 2011/12

Jadwal Kick Off Liga Super musim ini sudah beberapa kali mengalami perubahan.

Kamis, 29 September 2011, 19:05 WIB
Marco Tampubolon

VIVAnews - Setelah beberapa kali mengalami perubahan, PSSI akhirnya menetapkan jadwal kick off Liga Super 2011-12, Sabtu, 15 Oktober 2011. Keputusan ini telah mendapat persetujuan dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).

PSSI melalui rilisnya kepada wartawan, Rabu, 29 September 2011, menjelaskan bahwa perubahan terpaksa dilakukan karena jadwal kick off sebelumnya berdekatan dengan pertandingan Indonesia lawan Qatar, 11 Oktober 2011. PSSI juga menyatakan kalau perubahan ini sudah disetujui AFC.

Sebelumnya, jadwal kick off Liga Super 2011-12 sudah beberapa kali mengalami perubahan. PSSI awalnya menjadwalkan laga pembuka pada 8 Oktober sebelum akhirnya mundur menjadi 9 Oktober. Namun, lewat rapat komite Exco PSSI, keputusan kembali berubah menjadi 14 Oktober 2011.

Liga Super level tertinggi musim ini akan diikuti oleh 24 tim. Masing-masing berasal dari tim yang berlaga di Liga Super Indonesia (ISL) musim lalu (14 tim), tim promosi (4 tim), dan tim yang ditunjuk langsung oleh PSSI (6 tim).

Keputusan ini masih menimbulkan pro dan kontra di kalangan klub dan anggota Exco PSSI. Beberapa di antaranya menuding PSSI telah melanggar statuta PSSI dalam menetapkan jumlah peserta Liga Super musim ini.

PSSI membantah tudingan tersebut. PSSI yakin kebijakan yang diterbitkan sudah berjalan di trek yang benar. "Kebijakan ini sama sekali tidak melanggar Statuta PSSI, karena pada Pasal 37 sudah dijelaskan, waktu pelaksanaan dan jumlah tim kompetisi level atas ditentukan rapat Exco," tulis PSSI dalam rilisnya kepada wartawan.

PSSI menjelaskan bahwa awalnya tim-tim yang ingin berlaga di level teratas kompetisi nasional berjumlah 36. Namun, karena terbentur keputusan Kongres di Bali yang mengharuskan kompetisi level tertinggi digelar satu wilayah, maka PSSI pun menguranginya menjadi 24 tim.

Sabtu, 10 September 2011

Timnas Kacau, Salah Siapa?

Fokus

Timnas Kacau, Salah Siapa?

Wim Rijsbergen dinilai Alfred Riedl tidak layak melatih timnas Indonesia.

Sabtu, 10 September 2011, 00:20 WIB
Edwan Ruriansyah

VIVAnews - Disharmonisasi mulai memasuki kamar ganti tim nasional Indonesia. Para pemain melancarkan mosi tidak percaya kepada pelatih timnas, Wim Rijsbergen.

Ini dipicu oleh perkataan pelatih asal Belanda itu yang dinilai terlalu kasar kepada para pemain saat turun minum melawan Bahrain. Sikap tak simpatik Wim ke para pemain ini diungkap oleh mantan pelatin timnas Alfred Riedl.

Alfred yang baru saja bertemu dengan sejumlah pemain menceritakan perlakuan kasar Wim. "F**k you all (kalian semua brengsek). If you don't play better second half i kick all of you out (Jika kalian tak bermain lebih bagus di babak 2, saya akan mendepak kalian semua)," kata Wim saat turun minum melawan Bahrain, seperti ditirukan Alfred.

Padahal, saat itu Timnas baru tertinggal 0-1, dan justru butuh kalimat menyejukkan untuk membangkitkan motivasi.

Riedl yang awalnya mengaku netral, berubah tidak mendukung Wim Rijsbergen. Sejumlah pemain juga mulai hilang respek kepada sang pelatih. Diperparah lagi, saat jumpa pers usai pertandingan melawan Bahrain usai, Wim menuding para pemain tak layak tampil di level internasional. Akibatnya, para pemain tersinggung karena menjadi kambing hitam kekalahan. Kabar terakhir, sekitar 7 pemain mengancam mundur jika pelatihnya tetap pria asal Belanda itu.

PSSI membantah kabar ada perpecahan dalam Timnas. Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin meminta para pemain agar tak menggubris isu perpecahan. Djohar meminta Bambang Pamungkas cs tetap fokus menghadapi Prakualifikasi Piala Dunia 2014.

"Pemain dan pelatih kecewa dengan hasil itu (kalah 2-0 dari Bahrain). Tapi yang penting, pemain harus tetap fokus menghadapi (empat) laga sisa, tanpa gangguan apapun," tutur Djohar.

Sementara itu, Sekjen PSSI, Tri Goestoro menambahkan, evaluasi tidak hanya diperlukan saat tim menderita kekalahan. "Kalau evaluasi tidak harus saat kalah, tapi juga saat menang di mana kita bisa melihat kelebihan kita," imbuhnya.

Mengenai konflik di tubuh timnas, Tri berharap agar pelatih dan pemain bisa lebih mengendalikan emosi. "Masing-masing orang punya karakter, tapi ke depannya harus bisa menahan diri. Yang jelas, kalau berjuang jangan setengah-setengah, tapi harus sampai akhir," tegasnya.

Rabu, 7 September 2011, atau sehari setelah Timnas dikalahkan Bahrain 0-2 dalam laga Prakualifikasi Piala Dunia 2014, para pemain menemui mantan pelatih Alfred Riedl di kawasan Senayan, Jakarta. Tampaknya, mereka butuh nasihat atau minimal figur kebapakan Riedl yang selama setahun terakhir 'memayungi' mereka.

Firman Utina menunjukkan bahwa rekan setimnya butuh figur kebapakan seperti itu. Firman pun menuliskan curahan hatinya lewat akun Twitter, “Saat sekarang kami bagaikan anak ayam yang ditinggal induknya. Tapi harus diingat kita adalah 1 tim yang harus 1 dan tidak bercerai berai,” tulis Firman.

“Seharusnya kita cari solusinya sama "menir,” pungkas pemain 29 tahun itu.

Riedl pun mulai bereaksi keras atas perlakuan Wim kepada mantan anak asuhnya itu. Pria asal Austria yang membangun fondasi permainan Timnas setahun terakhir ini menyayangkan perkataan Wim. Pria 61 tahun ini menganggap pelatih asal Belanda itu tak pantas menangani Tim Merah Putih.

"Ia sangat marah kepada para pemain, bukannya memberikan semangat saat tim baru tertinggal 0-1. Di Eropa, Anda bisa langsung dipecat jika melakukan itu! Atau para pemain akan membalas dengan lebih keras!" ujar Riedl.

"Sejak saat itu, saya tak simpati lagi dan melawan Rijsbergen. Ia tak layak melatih tim nasional Indonesia!"

PSSI Kebakaran Jenggot

Pertemuan antara beberapa pemain Timnas dengan Riedl inilah yang membuat PSSI kebakaran jenggot. PSSI pun meminta Riedl meninggalkan Indonesia.

Penanggungjawab Timnas Indonesia yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi Disiplin PSSI, Bernhard Limbong memberikan ultimatum kepada Riedl. Limbong menyayangkan tindakan Riedl yang memanggil beberapa pemain Timnas Indonesia, Rabu 7 September 2011 di Plaza Senayan.

“Saya tak mengerti untuk apa dia (Riedl) memanggil para pemain. Saya tak tahu apa yang mereka bicarakan. Tapi, saya ingin Riedl meninggalkan Indonesia dan tidak lagi mencampuri urusan Timnas,” ujar Limbong di kantor PSSI, Jumat 9 September 2011.

Riedl yang saat ini sedang berada di Indonesia, masih memiliki masalah dengan PSSI terkait kompensasi kontrak yang belum dibayarkan. Mengenai hal ini, Riedl sudah melaporkan PSSI ke FIFA pada 12 Agustus lalu.

“Silakan Riedl ke FIFA, urusan Riedl urusan antara dia dengan FIFA. Jangan ganggu PSSI. Untuk apa Riedl datang lagi ke Indonesia kalau masalah ini sudah diserahkan ke FIFA,” jelas Limbong.

“Saya heran mengapa para pemain ngotot ingin ganti pelatih. Jika kalah wajar kecewa tapi tak perlu mencari kambing hitam, kita evaluasi bersama. Tidak bisa para pemain memilih sendiri pelatihnya,” tutur Limbong.

Rencananya, PSSI akan memanggil para pemain Timnas yang telah menemui Riedl. Limbong akan meminta keterangan dari Bambang Pamungkas dan kawan-kawan untuk mengklarifikasi pertemuan tersebut.

"Para pemain yang menemui Riedl akan kami panggil," kata Limbong di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Jumat 9 September 2011.

Limbong mengakui tidak ada larangan di PSSI bagi pemain Timnas untuk melakukan pertemuan demi menjalin silaturahmi. Meski demikian, menurutnya pertemuan yang digelar sehari setelah Timnas dipukul 0-2 oleh Bahrain, tidaklah tepat. "Secara substansi, bertemu Riedl tanpa sepengetahuan PSSI itu salah. Memang silaturahmi tidak apa-apa, tadi tidak dalam waktu ini."

"Setelah bertemu Riedl, ada penolakan terhadap Wim, tapi ini baru isu. Saya selaku Ketua Komite Displin menanyakan apa substansi pertemuan itu. Kami risih kalau Riedl menemui pemain dalam kondisi seperti ini," kata pria yang pernah menjadi anak buah mantan KSAD, Jenderal (purn) George Toisutta dan anggota tim sukses George dan pengusaha-politisi Arifin Panigoro di Kongres PSSI lalu.

Uniknya, Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin justru tidak tahu mengenai kebenaran kabar pertemuan ini. "Saya tidak tahu apakah berita itu benar atau tidak," ujar Djohar kepada wartawan saat ditemui di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Jumat 9 September 2011.

Yang jelas, kisruh di Timnas semakin menambah kekacauan di era kepengurusan PSSI yang baru. Perubahan kompetisi menjadi dua kasta yang diikuti 32 tim di kasta teratas dan dua wilayah tentu saja akan mengubah peta sepakbola nasional.

PSSI awalnya berjanji takkan memasukkan tim-tim Liga Primer Indonesia (LPI) dalam kompetisi nasional. Namun, belakangan PSSI memaksakan rencana merger antara klub-klub LPI dan calon peserta Liga Indonesia. Tentu saja, ini dilakukan PSSI untuk mengakomodasi tim-tim LPI bentukan Arifin Panigoro.

Dari jajaran manajemen Liga ini pun dikuasai orang-orang LPI, dari CEO sampai Ketua Komite Bidang Kompetisi. Seperti halnya di Timnas, dimana ada Manajer, Penanggungjawab dan Koordinator yang dijabat oleh tiga orang berbeda. Jabatan itu pun jadi tumpang tindih. Apalagi, ketika tiga orang ini tak satu suara.

Sedikit banyak, berbagai masalah di atas mempengaruhi Timnas. Dan hasilnya sudah bisa ditebak: semuanya kacau. Kisruh! (sj)

• VIVAnews

Minggu, 28 Agustus 2011

Cetak Gol ke-100, Ronaldo Puji Rekan Setim

Cetak Gol ke-100, Ronaldo Puji Rekan Setim

Ronaldo sudah mencetak 102 gol dari 115 pertandingan bersama Real Madrid.

Senin, 29 Agustus 2011, 11:33 WIB
Haryanto Tri Wibowo

VIVAnews - Cristiano Ronaldo mencetak gol ke-100 bersama Real Madrid saat melawan Real Zaragoza dinihari tadi, Senin 29 Agustus 2011. CR7 mengucapkan terima kasih kepada rekan setimnya.

Ronaldo sukses mencetak hattrick ketika Madrid melumat Real Zaragoza 6-0 di Estadio La Romareda dinihari tadi. Gol pertama yang dicetak striker internasional Portugal itu adalah gol ke-100 sejak bergabung dengan Madrid dua tahun lalu.

Dengan demikian Ronaldo sudah mencetak 102 dari 115 pertandingan bersama Los Blancos. Gol pertama Ronaldo bersama Madrid tercipta saat melawan LDU Quito di ajang Peace Cup, 28 Juli 2009.

Sebagai seorang striker, Ronaldo menegaskan tugas utamanya adalah mencetak gol. Namun, striker 26 tahun tersebut mengaku tidak bisa melakukannya tanpa dukungan rekan setimnya.

"Saya mencetak gol karena rekan setim saya. Mereka membantu saya dan saya juga membantu mereka. Itulah yang harusnya dilakukan. Kami sebuah tim, dan akan memenangkan La Liga jika bermain seperti itu," ujar Ronaldo seperti dilansir situs resmi Madrid.

"Saya akan membantu dengan mencetak gol, tapi usaha kolektif lebih penting. Kami memulai musim dengan baik, dan kami tidak boleh fokus kepada hal lain. Kami harus konsentrasi untuk memenangkan semua pertandingan," lanjut Ronaldo.

Ricardo Kaka ikut menyumbang gol saat melawan Zaragoza, dan ini adalah awal yang baik bagi pemain timnas Brasil tersebut setelah musim lalu gagal bersinar. Ronaldo berharap Kaka bisa mempertahankan performanya.

"Sangat penting bagi kami Kaka dalam kondisi terbaik, karena kami sebuah tim dan semuanya harus fit untuk bermain. Kami tidak akan merebut apa-apa jika tidak bersatu," pungkas Ronaldo.

• VIVAnews

Minggu, 10 Juli 2011

Brasil Tertahan, Pato Tetap Tenang

Brasil Tertahan, Pato Tetap Tenang

Hasil imbang melawan Paraguay membuat Brasil berada di posisi ketiga Grup B.

Minggu, 10 Juli 2011, 11:57 WIB
Haryanto Tri Wibowo
Alexandre Pato (AP Photo/Silvia Izquierdo)

VIVAnews - Striker tim nasional Brasil, Alexandre Pato, tetap tenang meski tim Samba ditahan imbang 2-2 oleh Paraguay pada laga kedua Grup B Copa America 2011, Minggu 10 Juli 2011 dinihari.

Brasil nyaris menelan kekalahan saat menghadapi Paraguay di Stadion Mario Alberto Kempes. Sempat unggul melalui Jadson di babak pertama, Brasil kemudian tertinggal 1-2 setelah Paraguay berhasil membalikkan keadaan melalui gol Roque Santa Cruz dan Nelson Valdez.

Mantan striker Olympique Lyon, Fred, akhirnya menyelamatkan muka Brasil setelah menciptakan gol penyeimbang pada menit ke-89. Selecao pun kembali meraih hasil imbang keduanya di Copa America 2011 setelah di laga sebelum ditahan Venezuela tanpa gol.

Hasil ini tidak membuat Pato panik. Striker AC Milan tersebut menilai timnas Brasil masih bisa tampil lebih bagus lagi. "Kami tetap solid. Setidaknya kami mencetak gol hari ini. Sekarang kami harus kerja keras lagi dan mendapatkan hasil bagus," ujar Pato seperti yang dilansir Goal.com.

Sementara itu pelatih Mano Menezes kecewa berat dengan hasil ini. Pasalnya, Menezes menilai Paraguay jarang mengancam pertahanan Brasil.

"Akan sangat menyakitkan jika kami (Brasil) kalah. Paraguay hanya melakukan sedikit tekanan untuk bisa mengalahkan kami. Mereka memulai pertandingan lebih baik, jadi kami harus beradaptasi. Kemudian kami mengambil kendali, unggul 1-0 dan menekan," ujar Menezes seperti yang dilansir Goal.com.

Hasil imbang melawan Paraguay membuat Brasil berada di posisi ketiga Grup B di belakang Paraguay dan pemimpin klasemen Venezuela. Tapi, Menezes meminta fans untuk tetap tenang. Menezes tetap yakin Brasil akan lolos ke perempatfinal.

Brasil akan menghadapi Ekuador di laga terakhir Grup B kembali di Stadio Mario Alberto Kempes, Kamis 14 Juli 2011.

• VIVAnews

Jumat, 17 Juni 2011

10 Pembelian Terbaik MU Sepanjang Masa (II)

10 Pembelian Terbaik MU Sepanjang Masa (II)
Sir Alex Ferguson dikenal sebagai manajer yang pintar mencium talenta muda.
Jum'at, 17 Juni 2011, 07:02 WIB
Toto Pribadi, Zaky Al-Yamani
Cristiano Ronaldo (yahoosport)

VIVAnews - Manchester United langsung bergerak di bursa transfer musim panas ini. MU telah langsung mengikat bek muda Phil Jones dari Blackburn Rovers dengan nilai transfer 16,5 juta pounds. Iblis Merah kini tengah menunggu bergabungnya Ashley Young dan kiper David De Gea.

Belum dapat diketahui apakah ketiga pemain itu akan tampil cemerlang bersama MU, musim depan. Tapi Iblis Merah dikenal sebagai salah satu klub yang pintar dan cerdik dalam merekrut pemain potensial, khususnya semenjak dibesut Sir Alex Ferguson.

Dilansir dari Bleacher Report, terdapat 10 pembelian terbaik Manchester United sepanjang masa. Dan delapan diantaranya merupakan pemain yang direkrut Sir Alex Ferguson. Berikut daftar 10 pembelian terbaik klub tersukses di Liga Inggris itu:

5. Eric Cantona
Eric Cantona mulai bergabung dengan Manchester United pada November 1992 dengan harga transfer 1,2 juta Pounds dari Leeds United. Pemain asal Perancis ini dikenal sebagai sosok fenomenal yang pernah dimiliki Iblis Merah.

Sifat temperamental Cantona tak bisa dipungkiri juga ikut mendongkrak namanya. Tendangan kungfunya kepada suporter menjadi salah satu momen yang akan selalu diingat fans Iblis Merah. Beruntung sikap temperamental Cantona mampu diimbangi dengan prestasi.

Selama lima tahun membela MU, Cantona telah menorehkan 80 gol bagi Setan Merah dan total mempersembahkan empat gelar Liga Inggris. Tak heran jika Cantona dianggap sebagai salah satu pemain plus kapten terbaik yang pernah dimiliki Sir Alex Ferguson.


4. Ole Gunnar Solskjaer
Keputusan Sir Alex Ferguson mendatangkan Ole Gunnar Solkjaer pada 1996 dengan biaya 1.5 juta pounds sempat mengejutkan fans Iblis Merah. Karena saat itu, target utama MU adalah striker timnas Inggris, Alan Shearer.

Nyatanya Sir Alex Ferguson justru lebih memilih Solkjaer yang harganya sepuluh kali lebih murah dari Shearer yang saat itu seharga 15 juta pounds. Kejelian Ferguson kembali terbukti. Solskjaer mampu menghapus keraguan fans dengan langsung mencetak gol kala melakoni laga debutnya.

Dan yang menjadi kenangan paling berkesan bagi fans, striker berwajah bayi ini yakni saat menjadi pahlawan MU saat menaklukkan Bayern Munich di final Liga Champions 1999. Striker asal Norwegia ini menjadi penentu kemenangan Iblis Merah.

3. Peter Schmeichel
Sebelum bergabung bersama MU, Peter Schmeichel merupakan punggawa Brondby (klub elit Denmark) saat merengkuh empat gelar dalam lima musim kompetisi. Schmeichel juga membantu Brondby mencapai semifinal Piala UEFA pada 1991.

Kemampuan Schmeichel mendapat respon dari Sir Alex Ferguson yang langsung mengajukan tawaran ke Brondby. MU akhirnya sukses memboyong kiper timnas Denmark itu dengan harga cukup murah, yaitu 550.000 pounds pada musim panas 1991.

Keputusan Sir Alex ternyata tidak salah. Karena peran Schmeichel membantu MU meraih gelar juara Liga Inggris pada musim 1992-1993, setelah puasa selama 26 tahun. Hebatnya, di musim itu, MU mencatat rekor tak kebobolan dalam 22 pertandingan.

Scmeichel juga terpilih sebagai kiper terbaik dunia selama dua tahun berturut-turut pada 1992 dan 1993. Prestasi puncak Schmeichel sendiri tercatat saat ia membawa Iblis Merah memenangkan gelar treble di tahun 1999.

Setelah era Schmeichel berakhir, MU cukup kesulitan untuk mencari penggantinya. Hingga Sir Alex Ferguson menemukan pengganti yang layak pada diri Edwin van der Sar. Sayang Van der Sar kini juga telah pensiun.

2. Denis Law

Denis Law telah menghabiskan karirnya bersama MU selama 18 tahun. Ia memperkuat Iblis Merah dari 1962 hingga 1973. Dennis dibeli MU dari klub Serie A, Torino dengan harga 115 ribu pounds yang saat itu juga menjadi rekor pembelian tertinggi di Inggris.

Dalam debutnya bersama Iblis Merah, Dennis mampu mencetak gol saat baru tujuh menit masuk lapangan. Sepanjang karirnya di Old Trafford, Ia telah mempersembahkan gelar liga pertama mereka di musim 1964-65.

Dalam 11 musim kompetisi, Dennis telah mengkoleksi 237 gol dalam 409 laganya bersama Iblis Merah. Di mata fans Iblis Merah, Dennis dianggap legenda dan memasukan namanya dalam 'United Trinity" bersama Sir Bobby Charlton dan George Best.


1. Cristiano Ronaldo
Ketertarikan MU terhadap bocah ajaib asal Portugal, Cristiano Ronaldo bermula kala Iblis Merah menggelar laga persahabatan kontra Sporting Lisbon pada 2003 silam. Pada laga itulah, bakat cemerlang Ronaldo dicium Sir Alex Ferguson. Dengan langkah cepat, Ferguson segera mengajukan tawaran sebesar 12 juta pounds untuk memboyong Ronaldo ke Old Trafford.

Yakin jika Ronaldo akan menjadi amunisi utamanya, Sir Alex Ferguson Alex pun tidak segan-segan memberikan nomor keramat, 7. Nomor ini identik dengan nama besar klub macam Bobby Charlton, Bryan Robson, Eric Cantona dan David Beckham. Ronaldo membayar kepercayaan Fergie dengan selalu mencetak gol. Ia pun menjadi elemen penting MU dalam meraih berbagai gelar termasuk trofi Champions League pada 2008. (eh)

Sabtu, 23 April 2011

Ramos: Trofi Copa del Rey Lompat Sendiri

Ramos: Trofi Copa del Rey Lompat Sendiri
Juru bicara Real Madrid mengatakan kalau trofi Copa del Rey harus diperbaiki.
Jum'at, 22 April 2011, 02:22 WIB
Irvan Beka

VIVAnews - Real Madrid benar-benar mencuri perhatian dengan merebut kemenangan di final Copa del Rey. Selain menjuarainya setelah harus menunggu 18 tahun, mereka juga merusak trofi akibat jatuh dan kemudian terlindas oleh bus yang membawa tim Madrid berpesta merayakan kemenangan.

Orang yang paling bertanggung jawab atas insiden jatuhnya trofi itu dari atas bus adalah Sergio Ramos. Ramos tanpa sengaja menjatuhkan trofi.

Dalam tayangan ulang, Ramos yang berusaha menurunkan trofi dari kepalanya secara tak sengaja tersenggol tangan Marcello yang juga antusias merayakan kemenangan.

Trofi yang jatuh tepat di depan bus langsung digilas tanpa ampun. Insiden ini terjadi pukul empat pagi waktu setempat, Kamis, 21 April 2011.

Klik di sini untuk melihat videonya

Namun bukannya merasa bersalah, Ramos malah menjadikan insiden ini sebagai bahan lelucon.

"Trofi itu tidak jatuh... tapi lompat saat bus tiba di Cibeles (air mancur yang menjadi lokasi perayaan) dan kemudian bertemu dengan banyak penggemar," ujar Ramos lewat akun Twitternya.

Sementara itu juru bicara Real Madrid Marta Santisteban kepada Associated Press mengatakan kalau trofi Copa del Rey harus diperbaiki.

"Kondisinya tidak bagus setelah dilindas bus," kata Santisteban. (Galesburg)

• VIVAnews

Selasa, 05 April 2011

Enam Kandidat Pemain Terbaik Liga Inggris

Enam Kandidat Pemain Terbaik Liga Inggris
Nani justru harus rela memberikan tempat kepada rekannya Nemanja Vidic.
Selasa, 5 April 2011, 14:09 WIB
Toto Pribadi

VIVAnews - Harapan Luis Nani untuk masuk daftar PFA Player of the Year atau pemain terbaik Liga Inggris akhirnya kandas. Nama winger andalan Manchester United ini tak masuk dalam daftar enam pemain yang dikeluarkan Asosiasi Pemain Profesional (PFA).

Padahal sebelumnya, Nani menjadi salah satu kandidat mengingat sepak terjangnya bersama Iblis Merah musim ini. Nani justru harus rela memberikan tempat kepada rekannya Nemanja Vidic.

Seperti dilansir Dailymail, Selasa 5 April 2011, Vidic akan bersaing ketat dengan lima pemain lain. Bek timnas Serbia ini akan mendapat perlawanan dari striker Manchester City Carlos Tevez.

Sementara itu, empat nama lain yang masuk yakni gelandang Arsenal, Samir Nasri, winger Tottenham Hotspur (Gareth Bale), gelandang West Ham (Scott Parker), dan bek Blackpool, Charlie Adam. Menariknya, dua nama terakhir kini tengah berjuang menghindarkan timnya dari zona degradasi.

Gareth Bale sendiri tak hanya masuk dalam nominasi ini. Winger muda asal Wales ini juga masuk dalam daftar nominasi pemain muda terbaik.

Dalam empat musim terakhir, penghargaan ini selalu dimenangi pemain Manchester United. Cristiano Ronaldo memenangi penghargaan ini pada 2007 dan 2008. Dua tahun selanjutnya, penghargaan ini dimenangi Ryan Giggs, lalu Wayne Rooney.

Pemenang penghargaan ini, termasuk pemain muda terbaik, baru akan diumumkan pada 17 April 2011. (art)

• VIVAnews





Rabu, 23 Maret 2011

Persipura Tahan Imbang Sriwijaya

Persipura Tahan Imbang Sriwijaya
Hasil imbang ini untuk sementara mengangkat peringkat Sriwijaya di daftar papan klasemen.
Rabu, 23 Maret 2011, 17:51 WIB
Muhammad Hasits

VIVAnews - Sriwijaya FC harus puas memetik satu poin saat menjamu tamunya Persipura Jayapura dalam lanjutan Indonesia Super League (ISL) di Stadion Gelora Sriwijaya, Rabu, 23 Maret 2011. Kedua tim bermain imbang tanpa gol, 0-0.

Hasil imbang ini untuk sementara mengangkat peringkat Sriwijaya di daftar papan klasemen sementara karena telah mengoleksi 27 poin dari 18 laga. Sriwijaya naik dua peringkat dari posisi tujuh klasemen ke posisi lima. Sriwijaya menggeser posisi Arema dan Persiwa.

Sedangkan bagi Persipura hasil imbang ini tidak berpengaruh pada posisinya di papan klasemen sementara. Tim Mutiara Hitam itu tetap kokoh di puncak klasemen dengan mengoleksi 39 poin dari 17 laga.

Pertandingan

Pada babak pertama, Sriwijaya yang bertindak sebagai tuan rumah mengambil inisiatif menyerang terlebih dahulu. Tapi sayang, pelatih Ivan Kolev yang menurunkan satu striker Budi Sudarsono belum mampu membahayakan gawang Persipura yang dijaga kiper asal Korea Selatan, Yoo Jae Hoon.

Tekanan Laskar Wong Kito dimotori Keith Kayamba dan Arif Suyono masih mampu dibaca para pemain Persipura yang dikawal oleh Ortisan Sollossa. Kayamba yang mencoba melakukan tendangan jarak jauh belum mampu mengancam gawang Persipura.

Sementara tim tamu Persipura juga tidak tinggal diam. Melalui dua strikernya, Boaz Sallossa dan Titus Bonay beberapa kali sempat mengancam gawang tuan rumah. Namun, hingga turun minum, skor tetap 0-0.

Memasuki babak kedua, Sriwijaya yang berambisi memetik angka penuh di depan publik sendiri tampil agresif di paruh kedua. Saat laga baru memasuki menit ke-55, Sriwijaya kembali mendapatkan peluang di dalam kotak penalti. Tapi sayang, salto Kayamba hanya melebar ke kanan gawang.

Pada menit ke-77, giliran Dirga Lasut yang mendapat peluang apik di dalam kotak penalti. Namun tendangan pemain dengan nomor punggung sembilan itu gagal berbuah gol setelah tendangannya melambung di atas mistar gawang.

Dua menit kemudian, Dirga kembali mendapatkan peluang lewat bola muntahan. Lagi-lagi, tendangan kerasnya dari luar kotak penalti hanya melebar ke kiri gawang. Hingga laga usai, skor tetap bertahan 0-0.

Susunan pemain

Sriwijaya FC: Ferry Rotinsulu, Thierry Gathuessi, Bobby Satria, Claudiano Santos, Supardi, Lim Jun Sik, Dirga Lasut, Kim Yong He (Firman Utina 75'), Keith Kayamba, Budi Sudarsono (Rendi Siregar 65'), Arif Suyono.

Persipura Jayapura: Yoo Jae-Hoon, Ortisan Sollossa, Victor Igbonefo, Hamka Hamzah, Ian Louis Kabes, Imanuel Wanggai, Zah Rahan Krangar (David Lali 71'), Gerald Pangkali, Stevie Bonsapia (Yohanis Tjoe 80'), Boaz Sallossa, Titus Bonay (Lukas Mandowen 58').

• VIVAnews

Minggu, 16 Januari 2011

Bierhoff Tantang Ballack

Bierhoff Tantang Ballack
Untuk mendapatkan tempatnya di timnas, Ballack harus berjuang keras.
Minggu, 26 Desember 2010, 04:08 WIB
Toto Pribadi

VIVAnews - Michael Ballack sepertinya tak lagi menjadi pemain spesial di tim nasional Jerman. Bahkan untuk mendapatkan tempatnya di timnas, Ballack harus berjuang keras.

Tantangan itu dikeluarkan Manajer timnas Jerman Oliver Bierhoff. Legenda hidup Jerman ini meminta Ballack untuk membuktikan dirinya masih layak masuk tim Der Panzer di bawah Joachim Loew.

Gelandang Bayer Leverkusen ini tak mampu tampil maksimal musim ini. Ballack lebih banyak berkutat dengan cedera hampir di separuh musim Bundesliga. Mantan kapten Jerman ini baru akan kembali merumput pada Januari nanti.

"Kami tahu mengenai kepribadian dan kualitasnya yang sangat penting bagi tim. Tapi dia juga harus tahu bahwa seorang pemain yang telah lama absen harus berintegrasi dengan tim yang baru terbentuk," ujar Bierhoff kepada Suddeutsche Zeitung.

"Hal terpenting adalah mampu menyatu dalam tim dan Ballack dapat melakukan itu," yakin Bierhoff.

Ballack kerap didera cedera. Gelandang 34 tahun ini juga dipaksa absen di Piala Dunia 2010 lalu karena mengalami cedera engkel. Cedera itu didapat saat membela Chelsea di final Piala FA, Mei 2010 lalu.

• VIVAnews