Menanti Goyang Samba Timnas di Hadapan Belanda
"Saya membangun sebuah permainan sesuai karakter sepakbola Indonesia."
Kamis, 30 Mei 2013, 05:18 WIB
Luzman Rifqi Karami
Timnas Indonesia (VIVAnews/Fernando Randy)
VIVAbola -
Timnas Indonesia akan berhadapan dengan Belanda dalam pertandingan
persahabatan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat
7 Juni 2013. Meski belum pernah menjuarai Piala Dunia, Tim Oranye tentu
saja bukan lawan yang mudah bagi Indonesia. Kemampuan pasukan Louis van
Gaal masih sangat jauh di atas Indonesia.
Lihat saja perbandingan
rangking kedua tim. Belanda yang tiga kali tampil sebagai runner up pada
Piala Dunia, saat ini menempati posisi 9 peringkat FIFA. Sedangkan
Indonesia terpaut jauh di urutan ke-170.
Belum lagi komposisi
Belanda yang dihuni pemain-pemain yang memperkuat tim-tim elite Eropa.
Belanda saat ini diperkuat pemain-pemain yang merumput di liga papan
atas Eropa. Nama-nama mereka sudah tak asing di telinga pecinta
sepakbola Tanah Air. Sebut saja Wesley Sneijder (Galatasaray), Dirk Kuyt
(Fenerbahce), Arjen Robben (Bayern Munich) sampai Robin van Persie (
Manchester United).
Selain pemain-pemain
reguler, Belanda juga memanggil pemain-pemain yang tengah menanjak
bersama timnya di liga musim ini. Jonathan de Guzman (
Swansea City), Siem de Jong (Ajax Amsterdam), Jeremain Lens (PSV Eindhoven) dan Ron Vlaar (
Aston Villa) juga akan ikut terbang ke Jakarta.
Sebagian pemain dalam tim
ini sempat membawa Belanda menempati posisi runner-up Piala Dunia 2010.
Belanda juga senantiasa menjadi tim papan atas Eropa. Gelar Piala Eropa
1988 dan tiga kali runner-up Piala Dunia adalah bukti ketangguhan tim
yang sempat terkenal dengan gaya "total football" ini.
Pemain Oranye yang sedang
menanjak adalah Arjen Robben. Winger 29 tahun ini berhasil membawa
Bayern Munich menjuarai Liga Champions dengan menekuk Borussia Dortmund
2-1. Dia sukses mencetak gol penentu kemenangan FC Hollywood pada menit
89.
Robben berpeluang datang
ke Jakarta dengan status pemain yang meraih treble winners atau tiga
gelar dalam satu musim. Itu jika Bayern menaklukkan VfB Stuttgart di
final DFB Pokal, 1 Juni 2013. Pemain lain dalam Tim Oranje yang sempat
meraih treble adalah gelandang Galatasaray, Wesley Sneijder. Dia
melakukannya bersama Inter Milan pada 2010.
Jangan lupakan juga sosok
Robin van Persie. Pemain 29 tahun ini berhasil mempersembahkan gelar
Premier League di musim perdananya bersama
Manchester United. Dia juga sukses keluar sebagai top scorer Premier League dengan 26 gol dari 38 pertandingan. Singkat cerita, duel nanti bak
mission impossible bagi timnas Indonesia.
Panggil 21 Nama
PSSI selaku induk
organisasi sepakbola Indonesia telah menunjuk Jacksen F Tiago sebagai
pelatih Timnas. Pria asal Brasil yang sampai saat ini masih menukangi
Persipura Jayapura itu mendapat kehormatan menggantikan peran pelatih
asal Argentina, Luis Manuel Blanco. Tak hanya pada uji coba melawan
Belanda, Jacksen juga punya tugas memimpin Skuad Garuda menghadapi sisa
babak penyisihan Pra Piala Asia (PPA) 2014 yang tidak kalah beratnya.
Jelang pertandingan
melawan Belanda, Jacksen mulai pasang kuda-kuda. Mantan pelatih Persita
Tangerang itu sudah menetapkan 21 nama yang akan tampil dalam laga
nanti. Para pemain rencananya akan mengikuti pemusatan latihan di
Jakarta mulai 4 Juni mendatang.
Ada beberapa kejutan
dalam daftar 21 pemain yang disiapkan melawan Belanda. Sejumlah pemain
senior seperti Ponaryo Astaman, Firman Utina dan Hamka Hamzah tidak
masuk skuad. Nasib yang sama juga dialami oleh Irfan Bachdim yang sampai
saat ini tampil di Liga Thailand.
Sebagai gantinya, Jacksen
memanggil beberapa wajah baru seperti gelandang Arema, Hendro Siswanto
dan kiper Persija Jakarta, Andritany Ardiyasa. Apa yang hendak dilakukan
Jacksen?
"Saya ingin membangun
permainan yang sesuai dengan karakter sepakbola Indonesia, yakni
mengandalkan kolektivitas, kecepatan, mobilitas tanpa bola dan aliran
bola dari bawah. Seperti kami di Brasil, bukan mengandalkan fisik, tapi
kecerdasan," ujar Jacksen.
Jacksen menegaskan tidak
ada perubahan skuad Timnas untuk menghadapi Belanda. Susunan 21 pemain
itu adalah skuad bayangan untuk laga Pra Piala Asia 2015 melawan China,
15 Oktober 2013.
"Saya sudah kirim daftar
nama sejak lima hari yang lalu. Perubahan tidak ada. Ini kerangka tim
untuk menghadapi China di PPA 2015 nanti."
Pengamat sepakbola, Tommy
Welly, menilai rencana Jacksen cukup masuk akal. "Jacksen akan
menerapkan gaya permainan timnas Brasil? Saya rasa itu masuk akal.
Dengan konteks bermain cepat dan umpan-umpan pendek saya rasa itu bisa
diterapkan," ujar Tommy.
Menurut pria yang akrab
disapa Towel itu, saat menghadapi Belanda, Indonesia bakal cenderung
bermain dengan skema 4-4-2. Ini mengacu pada strategi yang kerap
dipakai tim-tim di ISL.
"Kalau kita melihat
klub-klub ISL saat ini kebanyakan menerapkan formasi 4-4-2 atau 4-2-3-1.
Jadi, kemungkinan itu yang akan diterapkan oleh Jacksen saat melawan
Belanda," sambungnya.
Meski demikian, Tommy
berpendapat bahwa hasil bukanlah menjadi bagian utama dari pertandingan
nanti. Baginya, yang terpenting adalah bagaimana para pemain bisa
memetik pengalaman dari laga ini.
”Kita tahu bagaimana
kualitas Belanda. Mereka akan tampil menekan, itu normal. Dan mungkin
Indonesia akan menerapkan serangan balik," tuturnya.
Pemain Kecewa
Berhadapan dengan tim
sekelas Belanda merupakan momen langka bagi para pemain Indonesia.
Karena itu wajar bila banyak yang kecewa saat namanya tidak masuk
daftar. Sebagian lantas menumpahkan perasaannya melalui situs
mirkobloging twitter.
Salah satunya adalah
striker DC United, Syamsir Alam. Meski sempat membela Timnas U-17 dan
U-19, Alam belum sekalipun mendapatkan kesempatan bermain di Timnas
senior.
"Tidak dihargai di negara
sendiri, buat apa bertahan? Mungkin negara lain lebih percaya kemampuan
saya, dibanding hanya alasan umur muda," kicau Alam melalui
Twitter-nya, @syamsiralam. Ini kali kedua Alam menumpahkan kekecewaannya
lewat twitter.
Hal yang sama juga
dilakukan oleh Irfan Bachdim. Bedanya, mantan pemain Persema Malang
berdarah Belanda-Indonesia itu coba menyikapinya dengan cara yang lebih
dewasa.
"Sayang sekali. Saya
tidak dipanggil untuk pertandingan melawan Belanda. Sedih. Saya akan
berlatih lebih keras, dan mudah-mudahan pertandingan berikutnya saya
dipanggil lagi," ujar Bachdim lewat akun twitter @IrfanBachdim10.
Kesedihan Bachdim cukup
beralasan. Pasalnya, Belanda merupakan tanah kelahiran mantan pemain
Ajax Amsterdam junior tersebut. Bachdim lahir di sebuah kota di Belanda
bernama Mijdrecht pada 11 Agustus 1988. Ibu Bachdim, Hester van Dijic,
merupakan orang Belanda.
Ajang Reuni dan Pulang Kampung
Sebaliknya, di timnas Belanda juga terdapat pemain berdarah Indonesia. Sebut saja Johnny Heitinga. Bek tengah
Everton ini punya garis keturunan Indonesia dari kakek dan ayahnya.
Kakeknya, Gijsbert
Johannes Heitinga, berasal dari Pulau Belitung. Sedangkan Rob, ayah
Heitinga, lahir di Jakarta. Keluarga besar Heitinga hijrah ke Belanda
pada akhir 1950an. Wajar bila dia sangat antusias menghadapi laga uji
coba melawan Indonesia.
Heitinga mengungkapkan
kegembiraannya lewat akun Twitter, @Johnheitinga. Pemain 29 tahun ini
bahkan sanggup menulis dalam Bahasa Indonesia dengan fasih.
"Dengan tim #Belanda ke #Indonesia. Saya senang. RT jika Anda seperti saya untuk datang ke tanah kakek dan ayah saya," tulisnya.
Ini bukan kali pertama
Heitinga mengaku senang bisa mengunjungi Indonesia. Sebelumnya, dia juga
sempat menulis hal serupa di Twitter miliknya, juga dengan bahasa
Indonesia.
"Perjalanan dengan tim
nasional Belanda ke #Indonesia adalah satu khusus bagi saya. Ini adalah
pertama kalinya saya mengunjungi negara mana kakek dan ayah saya
dilahirkan," tulis Heitinga.
Sementara itu, di Timnas Indonesia,
ada dua pemain berdarah Belanda. Mereka adalah Sergio Van Dijk (Persib
Bandung) dan Raphael Maitimo (Mitra Kukar). Van Dijk tampil tajam di
Liga Super Indonesia (ISL) dengan mengemas 13 gol dari 16 penampilan.
Maitimo akan bertemu
dengan dua rekan lamanya. Pemain yang sempat menimba ilmu di Feyenoord
ini sempat bermain bersama Wesley Sneijder dan Robin van Persie di
timnas Belanda U-17.
"Saya senang dan begitu
menantikan untuk bermain melawan dua mantan rekan setim saya
@Persie_Official @sneijder101010 pada 7 Juni, Indonesia vs Belanda,"
tulis Maitimo dalam akun Twitter-nya, @raphaelmaitimo.