ISL 2011-12 Rampung, Juara Baru Muncul
ISL musim ini juga harus mengeliminasi tiga tim.
Kamis, 12 Juli 2012, 05:35 WIB
Marco Tampubolon, Anry Dhanniary , Ikram (Balikpapan)
Sriwijaya FC (Antara/Fenny Selly)
VIVAbola - Liga Super Indonesia 2011-12
berakhir sudah. Kompetisi kasta tertinggi sepak bola nasional ini telah
menyelesaikan seluruh pertandingannya, Rabu, 11 Juli 2012. Musim ini,
Sriwijaya FC tampil sebagai juara dengan koleksi 79 poin dari 34 laga.
Kemenangan
SFC semakin lengkap setelah sukses menutup laga terakhirnya dengan
kemenangan. Laskar Wong Kito berhasil mengalahkan Persib Bandung 1-0 di
Stadion Jakabaring, Palembang.
Penampilan SFC musim ini memang
terbilang fantastis. Tim kebanggaan warga Sumatera Selatan itu sudah
mengunci gelar juara sebelum musim berakhir. Ya, pasukan Kashartadi
sudah tidak terkejar usai mengalahkan Persela Lamongan 3-0, 20 Juni
lalu.
Saat itu, SFC mengantongi 73 poin. Torehan ini sudah tidak
bisa dikejar oleh pesaing terdekatnya, Persipura Jayapura yang duduk di
posisi dua dengan 62 angka dan hanya menyisakan tiga laga.
SFC
sendiri merupakan tim ketiga yang pernah merasakan manisnya gelar ISL.
Persipura menjadi tim terbanyak meraih gelar juara, yakni musim
kompetisi 2008-09 dan 2010-11. Sedangkan satu tim lagi yang pernah
menjuarai ISL adalah Arema Indonesia 2009-10.
Tak hanya sukses
menjadi juara ISL musim ini, pemain SFC, Keith Kayamba Gumbs juga
berpeluang menambah gelar Laskar Wong Kito. Pemain asal St Kitts and
Nevis itu merupakan salah satu nominator peraih gelar pemain terbaik
musim ini. Dia bersaing dengan pemain Persela, Gustavo Lopez dan pemain
Persipura Jayapura, Alberto 'Beto' Goncalves. Nama terakhir juga
merupakan kandidat kuat peraih gelar top scorer musim ini setelah sukses
mengemas 25 gol.
Meski tampil sebagai juara ISL 2011-12 bukan berarti secara otomatis
SFC bakal tampil di Liga Champions Asia (LCA). Pasalnya sejak musim lalu
jatah Indonesia di event ini hanya melalui babak play off. Sedangkan
satu tiket lagi adalah jatah untuk AFC Cup.
"Saya pikir, masih
terlalu terburu-buru kalau bertanya soal hal tersebut. Kita masih harus
menunggu keputusan rapat AFC lebih dulu, apakah mendapat jatah langsung
atau lewat play-off lebih dulu," ujar CEO PT Liga Indonesia, Joko
Driyono kepada VIVAbola.
"Harus diingat, kita sudah tidak dapat
tiket langsung ke LCA sejak musim lalu, kita hanya dapat jatah melalui
babak play-off dan satu tiket ke AFC Cup," Joko menambahkan.
Terakhir
Indonesia mendapatkan jatah langsung ke LCA pada musim 2011 ketika
Arema berhasil menjadi juara, sedangkan tiket play-off diberikan pada
Sriwijaya FC sebagai pemenang Copa Indonesia. Persipura sebagai
peringkat dua diberikan tiket ke AFC Cup.
Tiga Tim DegradasiSelain
melahirkan juara baru, ISL musim ini juga harus mengeliminasi tiga tim.
Masing-masing adalah PSMS Medan, Deltras Sidoarjo, dan PSAP Sigli.
Ketiganya penghuni posisi tiga terbawah klasemen tetap ISL 2011-12.
Sedangkan Gresik United sebagai urutan ke-15 akan mengadu nasib lewat
babak play off.
PSAP berada di urutan paling buncit dengan
koleksi 27 poin dari 34 laga. Derita PSAP semakin lengkap setelah di
laga terakhir, Rabu sore, 11 Juli 2012, kembali kalah 1-3 dari Mitra
Kukar.
Sementara itu, PSMS yang sebelumnya berada di luar zona
merah harus melorot setelah kalah 2-4 dari Persisam Samarinda. Dengan
hasil ini, PSMS kini berada di urutan ke-16 dengan torehan 36 poin.
Menyusul Deltras di urutan ke-17 dengan koleksi 35 poin.
Perjuangan
Deltras untuk merebut tiket play off kandas setelah dua pesaingnya,
Gresik United dan Persiram Raja Ampat sukses menutup musim ini dengan
kemenangan. Padahal di laga terakhir, Deltras juga berhasil mengalahkan
PSPS Pekanbaru dengan skor 1-0.
Tiket play off akhirnya jatuh ke
tangan Gresik United yang sukses mengalahkan Persipura 2-1 sore tadi.
Untuk kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia, GU harus
berhadapan dengan pemegang peringkat III Divisi Utama 2011-12, PSIM
Yogyakarta.
Menariknya, dua dari tiga tim yang degradasi musim
ini adalah tim yang baru promosi ke ISL. Posisi PSMS Medan dan PSAP
Sigli terdongkrak ke pentas ISL setelah beberapa tim yang harusnya
tampil musim ini memilih menyeberang ke Indonesian Premier League (IPL).
Nasib yang sama juga dialami Gresik United. Seharusnya tim besutan
Djoko Susilo ini juga masih berlaga di Divisi Utama.
Satu tim
lainnya yang mendapat kesempatan tampil di ISL menggantikan empat tim
yang pindah ke IPL (Persiraja Banda Aceh, Semen Padang, Persijap Jepara,
dan Persiba Bantul), adalah Persiram Raja Ampat. Namun nasib tim
berjuluk Dewa Laut itu lebih baik dan selamat dari degradasi setelah
memetik kemenangan 2-1 di laga terakhir melawan Pelita Jaya Karawang,
Rabu, 11 Juli 2012.
Menanggapi kegagalan timnya bertahan di ISL,
Pelatih Kiper PSMS Medan, Sugiar tetap memuji semangat juang pemainnya.
Dia bangga melihat loyalitas para pemain Ayam Kinantan yang tetap
bermain sepenuh hati meski tengah dirundung masalah finansial.
"Di
tengah masalah yang melanda tim, para pemain tetap menunjukkan
profesionalisme mereka. Bermain penuh semangat dan memberikan perlawanan
yang saya anggap luar biasa," katanya kepada wartawan usai dikalahkan
Persisam Samarinda 2-4.
PSMS memang dirundung masalah finansial
sejak enam bulan lalu. Klub kesulitan membayar gaji pemain. Imbasnya
adalah, salah satu bintang mereka, Markus Horison, menyeberang ke klub
PSMS versi Indonesia Primer Liga (IPL). Pemain lainnya yang bertahan
mesti merasakan kesulitan lantaran enam bulan belum menerima gaji.
"Mereka tetap tampil maksimal meski berada di bawah tekanan yang berat. Saya angkat topi untuk pemain," ungkap Sugiar.
ISL
sendiri sebenarnya masih memiliki tanggungan satu pertandingan lagi,
yakni Persidafon vs Persiwa Wamena yang batal digelar, Selasa, 12 Juni
lalu. Derby Papua ini tidak jadi terlaksana karena tidak mendapat izin
dari pihak kepolisian.
Meski demikian, pertandingan tersebut
tidak akan dijadwal ulang. Hal itu sesuai dengan Keputusan Komdis PSSI
yang telah menghukum tuan rumah dengan kekalahan WO 0-3 atas tamunya
Persiwa Wamena.
"Tidak ada pengurangan nilai karena kedua tim
sebenarnya sudah siap bertanding. Tapi karena pihak kepolisian tidak
memberikan izin maka pertandingan batal digelar. Pengubahan jadwal juga
tidak memungkinkan karena izin tetap tidak bisa dikeluarkan," kata Joko.
Siapkan 2 Skenario ISL musim ini resmi
bergulir sejak 1 Desember 2011. Namun perjalanan liga yang sudah
memasuki tahun keempat ini tidak semulus musim-musim sebelumnya.
Kehadiran liga tandingan, Liga Primer Indonesia musim lalu telah membuat
ISL kehilangan 3 tim sebelum musim 2010-11 berakhir. PSM Makassar,
Persibo Bojonegoro, dan Persema memilih pindah ke liga yang hanya
setengah musim itu.
Memasuki musim kompetisi 2011-12, situasi
sepak bola Indonesia semakin tidak menentu. Kehadiran Indonesian Premier
League (IPL) bentukan PSSI pimpinan Djohar Arifin Husin, membuat ISL
kembali kehilangan sebagian pesertanya, yakni, Semen Padang, Persijap
Jepara, Persiraja Banda Aceh, Persiba Bantul. Slot yang kosong akhirnya
ditempati oleh tim-tim dari Divisi Utama, seperti Gresik United,
Persiram Raja Ampat, PSMS Medan, hingga PSAP Sigli.
ISL awalnya juga tidak mendapat
restu dari
PSSI. Bahkan pemain-pemain yang ikut ambil bagian di dalamnya dilarang
memperkuat timnas. Namun belakangan, PSSI melunak dan mengakui
keberadaan ISL, utamanya setelah kubu-kubu berseberangan menandatangani
MoU di markas AFC, Malaysia, Kamis, 15 Juni lalu.
Tugas berat
tentu saja telah menanti PT Liga Indonesia dalam menghadapi musim depan.
Apalagi, AFC telah membentuk komite bersama untuk menyelesaikan
dualisme kompetisi. Pembahasan mengenai format kompetisi musim depan
tentu saja akan menyita tenaga dan pikiran para pengurus PT Liga
Indonesia mengingat ruwetnya benang kusut kompetisi sepak bola nasional
saat ini.
Meski demikian Joko memilih untuk tetap fokus pada
penyelenggaraan kompetisi musim 2012-13. Pihaknya bahkan telah
menyiapkan dua skenario kick off sembari menunggu Komite Bersama
mengambil keputusan atas dualisme kompetisi sepak bola Indonesia.
"Kalau
dari jadwalnya, kami sudah menyiapkan dua kemungkinan. Liga dimulai
bulan Oktober atau Januari. Semua ditentukan soal keputusan dari PSSI,"
ujar Joko. "Kalau semua sudah selesai bulan September, maka liga dimulai
Oktober. Tapi kalau sampai akhir tahun, berati bulan Januari, tidak
boleh lebih dari itu."
Jika dari sisi peserta, kata Joko,
mereka masih harus menunggu babak playoff antara peringkat empat Divisi
Utama, PSIM Yogyakarta, melawan peringkat 15 ISL, Persegres Gresik
United. Setelah itu peserta berarti lengkap," ujarnya.
Berikut Rincian Hadiah ISL 2011-12Juara: hadiah Rp2.5 Miliar + piala + medali
Runner-up: hadiah Rp1.5 Miliar + piala + medali
Pemain terbaik: hadiah Rp100 juta+ bola emas
Top skorer: hadiah Rp100 juta + sepatu emas
Fair play team: piala fair play
Juara : Sriwijaya FC
Tim Degradasi: PSAP Sigli, PSMS Medan, dan Deltras Sidoarjo
Tim Play Off : Gresik United
• VIVAbola