Kamis, 19 April 2012

Di Maria: Madrid Akan Tangguh di Bernabeu

Di Maria: Madrid Akan Tangguh di Bernabeu
Di laga leg 1 semifinal, Madrid takluk 1-2 dari Bayern Munich.
Rabu, 18 April 2012, 09:37 WIB
Muhayati Faridatun


Angel di Maria

VIVAbola - Gelandang Real Madrid, Angel di Maria enggan terpuruk meskipun timnya takluk 1-2 dari Bayern Munich. Sebab, masih ada laga penentuan sebelum melangkah ke babak final Liga Champions 2011-12.

Pada laga leg 1 semifinal, Selasa, 17 April 2012 atau Rabu dini hari waktu Indonesia, gol telat Mario Gomez di penghujung laga memastikan kemenangan Bayern. Gol pembuka tim elite Jerman itu diciptakan Franck Ribery di menit 17, kemudian Madrid sempat menyamakan kedudukan lewat gol Mesut Ozil (53’).

Di Maria mengakui hasil tersebut memberatkan langkah El Real untuk sampai ke partai puncak. Gelandang berkebangsaan Argentina itu memastikan timnya harus meraih kemenangan di laga leg 2 nanti.

“Hasil imbang di laga hari ini tentunya akan lebih baik. Saat ini, kami harus bekerja lebih keras karena butuh kemenangan 1-0 untuk mencapai babak final,” ujar Di Maria seperti dikutip dari situs resmi Real Madrid, Rabu, 18 April 2012.

“Kekalahan ini memang memalukan. Kami sebenarnya bisa meraih hasil imbang dan punya kesempatan memenangi laga. Tapi, kami gagal mendapatkannya di akhir pertandingan.”

Laga penentuan akan digelar di markas Madrid, Santiago Bernabeu, pada 25 April mendatang. Di Maria bertekad mengantarkan kemenangan tim besutan Jose Mourinho di hadapan ribuan Madridista, demi mengamankan tiket final.

“Kami masih punya peluang melangkah ke final. Ini tidak akan mudah jika melihat perjalanan Bayern sepanjang musim ini. Jadi, kami harus memberikan performa terbaik di Bernabeu, di mana kami akan tampil lebih tangguh,” tutur pria yang sebelumnya membela klub Portugal, Benfica, tersebut.


• VIVAbola

Di Matteo Membawa Chelsea Bangkit

Di Matteo Membawa Chelsea Bangkit
Bersama Di Matteo, Chelsea meraih 10 kemenangan dari 13 pertandingan.
Kamis, 19 April 2012, 17:37 WIB
Nadia Hutami


Roberto Di Matteo (DAYLIFE)

VIVAbola – Meningkatnya permainan Chelsea setelah sempat terseok-seok di awal musim ini membuat banyak pihak kagum. Terakhir, Chelsea membuat dunia sepakbola terpukau lantaran mereka mampu mengalahkan tim terbaik dunia, Barcelona, di semifinal Liga Champions.

Meski baru leg 1, tapi kemenangan Chelsea ini menjadi ajang pembuktian jika klub berbasis di London Barat itu masih bisa berjaya di Eropa. Maklum saja, di awal musim banyak yang menyangsikan The Blues bisa lolos dari babak 16 besar Liga Champions.

Napoli yang menjadi lawan Chelsea di babak 16 besar secara mengejutkan bisa menaklukkan Chelsea dengan skor 1-3. Ketika itu banyak pengamat mengatakan jika musim 2011/12 adalah musim kelabu Chelsea. di Premier League, penampilan Chelsea setali tiga uang, tim yang dimiliki Roman Abramovich itu harus terseok-seok untuk bisa bersaing mendapatkan jatah Liga Champions.

Paham dengan kondisi klub yang semakin memburuk. Abramovich kemudian melakukan langkah yang bisa dibilang ekstrem. Yaitu memecat manajer Andre Villas-Boas (AVB) yang digadang-gadangkan bisa membawa Chelsea menjuarai Liga Champions.

Era Di Matteo


Abramovich pun menunjuk Roberto Di Matteo sebagai Manajer Interim (sementara) Chelsea sampai akhir musim.

Tentunya banyak menyangsikan apakah pelatih kelahiran Swiss ini mampu membangkitkan Chelsea dari keterpurukan? Ujian pertama Di Matteo adalah meloloskan Chelsea ke babak selanjutnya di ajang Piala FA. Saat masih bersama AVB, mereka hanya mampu bermain imbang dengan tim Divisi I Birmingham City. Hasilnya, Chelsea menang 2-0 lewat gol Juan mata dan Raul Meireles.

Tiga hari kemudian, Di Matteo memimpin pertandingan Premier League pertamanya untuk Chelsea. meski harus susah payah mengalahkan Stoke City 1-0, tapi kemenangan ini membuat kepercayaan diri pemain semakin meningkat.

Tapi ujian sesungguhnya untuk Di Matteo dan pasukannya adalah pertandingan melawan Napoli di laga leg 2 babak 16 besar Liga Champions. Di leg 1, Chelsea dibuat tidak berdaya oleh Marek Hamsik dan kawan-kawan. John Terry dan kawan-kawan harus unggul setidaknya selisih minimal dua gol untuk lolos ke perempat final. Hasilnya sama sekali tidak terduga, bukan hanya mencetak dua gol tapi empat gol dilesakkan Chelsea ke gawang Napoli. Chelsea pun telah bangkit.

Taktik Di Matteo terbukti berhasil. Yang paling penting ia bisa meramu pemain muda dengan pemain tua seperti Didier Drogba dan Frank Lampard yang di era AVB sepertinya sudah hilang sentuhan. Padahal sebelumnya banyak yang menyangsikan jika pemain-pemain veteran seperti Drogba, Michael Essien dan Lampard mampu tampil sempurna di tengah-tengah padatnya jadwal Chelsea.

“Opini publik kepada para pemain veteran ini sempat menyakitkan. Mereka dianggap tak mampu lagi bermain 2 kali sepekan. Bukan hanya Didier yang disebut sebagai prajurit tua. Tapi, mereka telah menjawabnya di lapangan," kata Di Matteo kepada Express.

Faktor mantan pemain

Lalu apa yang membuat Chelsea tampak superior di tangan Di Matteo sehingga mampu mengalahkan Barcelona? Jika Sebelumnya banyak pemain yang tidak mendengarkan perintah-perintah Villas-Boas. Kini semua pemain Chelsea kompak mengikuti arahan sang pelatih. Termasuk ketika Chelsea mengalahkan Barcelona 1-0. Ia membuat Chelsea kembali bersatu.

“Kami semua tampil gemilang sepanjang pertandingan. Semua pemain bertekad untuk bertahan dan membantu satu sama lain. Kami memang mendapatkan sedikit keberuntungan tapi semuanya bermain sesuai dengan permintaan pelatih,” ujar kiper Petr Cech.

Di Matteo juga menerapkan taktik bertahan ala catenaccio sepakbola Italia. Terbukti, sejak dilatih dirinya Chelsea jarang sekali bermain terbuka seperti era AVB.

Terlepas dari sepakbola negatif yang dimainkan Chelsea saat menghadapi Barca, tangan dingin Di Matteo mampu mengalahkan Barca yang sangat superior di Liga Champions.

Faktor Di Matteo sebagai mantan pemain favorit Chelsea membuatnya lebih dihormati para pemain senior. Apalagi Di Matteo melakukan pendekatan ke semua pemain dengan berjanji akan memainkan semua pemain tanpa terkecuali.

Tidak seperti AVB yang terang-terangan mengkritik pemain-pemainnya, Di Matteo justru mendukung penuh semua pemainnya, termasuk Florent Malouda dan Salomon Kalou yang diasingkan ketika AVB masih menjabat sebagai manajer Chelsea.

Fernando Torres yang karirnya dianggap sudah habis, di bawah kepelatihan Di Matteo, ia seperti menemukan permainannya kembali. Torres mencetak dua gol saat Chelsea menaklukan Leicester City serta satu gol di Premier League ketika Chelsea mengalahkan Aston Villa 4-2.

"Ini sederhana saja, tidak terlalu rumit. Ini adalah bagaimana caranya mendapatkan kembali kepercayaan diri di dalam tim. Dilihat dari hasil secara mayoritas, Di Matteo berhasil melakukan itu," kata Lampard.

Lalu apakah Di Matteo mampu membawa Chelsea menjuarai trofi Liga Champions. Trofi yang selalu diinginkan pemilik klub, pemain bahkan penggemar The Blues. Trofi yang tidak bisa didapatkan Jose ‘The Special’ Mourinho ketika masih menjadi manajer Chelsea. Kita lihat saja nanti di leg 2 yang akan berlangsung di Camp Nou, Selasa 24 April 2012 (Rabu dini hari WIB).


• VIVAbola

Selasa, 17 April 2012

Fokus Munich, Lupakan El Clasico, Madrid!

Fokus Munich, Lupakan El Clasico, Madrid!
"Kami hanya memikirkan Bayern Munich saat ini," ujar Ramos.
Selasa, 17 April 2012, 06:11 WIB
Anry Dhanniary


Bek Real Madrid, Sergio Ramos (kiri) bersama Pepe.

VIVAbola - Sergio Ramos meminta pasukan Real Madrid untuk tidak memikirkan laga El Clasico akhir pekan nanti. Bek tenaga kuda itu menegaskan laga leg pertama Liga Champions melawan Bayern Munich, Selasa, 17 April 2012, yang harus dijadikan fokus utama.

'Los Blancos' saat ini hanya unggul empat poin dari Barcelona di pucuk papan klasemen La Liga, dari lima laga sisa. Kemenangan di Camp Nou saat menantang Barcelona Sabtu nanti sama saja meletakkan satu tangan di trophy.

Namun, Ramos menegaskan Madrid tidak boleh lengah oleh perjalanan mereka ke Katalonia, jika ingin merebut hasil positif di Allianz Arena.

"Kami tidak boleh memikirkan Barcelona atau gelar Liga Spanyol," ujar Ramos pada jumpa pers sebelum melawan Munich, seperti dikutip Marca.

Menurut Ramos, Munich bukan lawan yang bisa dipandang sebelah mata. Finalis Liga Champions 2010 itu dinilai memiliki segalanya untuk menebar ancaman ke gawang wakil Spanyol itu.

"Kami bermain di semifinal Liga Champions melawan Bayern. Kami bermain melawan sebuah tim kelas dunia. Mereka memiliki banyak pemain berkualitas seperti (Arjen) Robben atau (Mario) Gomez yang bisa membuat perubahan," sambung Ramos.

"Semua lawan harus kami hormati dan harus sadar lambang yang menempel di kostum ini. Kami hanya memikirkan Bayern Munich saat ini dan harus melupakan segala pujian atau kritik," tutur pemilik nomor punggung 4 itu.

"Kami sadar bagaimana pentingnya laga nanti," imbuhnya.

Setelah menjalani leg pertama di Jerman, laga lanjutan akan digelar 25 April 2012 di Santiago Bernabeu sebagai partai penentu tiket menuju final. (art)

Rabu, 11 April 2012

Nasional Gempa 8,5 SR Warga Padang Kaget & Berlarian

Nasional
Gempa 8,5 SR Warga Padang Kaget & Berlarian
Warga yang tinggal di sepanjang pinggir pantai berlarian ke lokasi yang lebih tinggi.
Rabu, 11 April 2012, 16:25 WIB
Elin Yunita Kristanti, Eri Naldi (Padang)
Gempa 8,5 SR terasa di hampir semua wilayah Sumatera (BMKG)
BERITA TERKAIT

Ini Tiga Versi Data Gempa Sumatera
Gempa Aceh,India Keluarkan Peringatan Tsunami
BMKG Revisi Gempa Aceh 8,5 SR
USGS: Gempa Sumatera 8,7 Skala Richter
Gempa 8,9 SR, BMKG: Segera ke Tempat Tinggi

VIVAnews -- Gempa berkekuatan besar 8,5 skala Richter, atau 8,7 SR versi Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) dirasakan kuat di hampir seluruh wilayah Pulau Sumatera.

Gempa juga terasa mengguncang di Padang, Sumatera Barat. Gempa membuat warga kaget dan berlarian. Warga yang tinggal di sepanjang pinggir pantai berlarian ke lokasi yang lebih tinggi.

Manajer Pusat Pegendali Operasi Penanggulangan Bencana Sumbar, Ade Edward mengatakan, gempa berpotensi tsunami di Simelue.

Sementara, Pacific Tsunami Warning Center yang berkedudukan di Hawaii melansir waspada tsunami sesaat setelah gempa 8,7 skala Richter mengguncang laut dekat Simeuleu, Nanggroe Aceh Darussalam. PTWC menyarankan, pemerintah setempat untuk memutuskan darurat bahaya tsunami di sejumlah kawasan.

PTWC memprediksi, jika terjadi tsunami, maka gelombang itu diperkirakan tiba di pada pukul 16.21 di Simeulue, pukul 16.31 di Banda Aceh, pukul 17.17 di Padang, Sumatera Barat, dan pukul 17.38 di Bengkulu.

Gelombang tsunami ini juga disebut PTWC bisa menjangkau pesisir sejumlah negara di sekitar Samudera Hindia seperti India, Sri Lanka, Australia, Myanmar, Thailand, Maladewa, Malaysia, dan Madagaskar.